Powered By Blogger

Total Tayangan Halaman

Pengikut

ILMU ADALAH CAHAYA

ilmu adalah sebuah cahaya untuk menuntun seseorang ke dalam ruang kebahagiaan di dunia maupun di akherat kelak nanti.

Apakah Anda Menyukai Catatan ini?

Rabu, 03 Februari 2010

Di mana letak keadilanmu wahai tuan…?

Di setiap Negara pasti ada apa yang disebut dengan lembaga peradilan, kalau di Indonesia sendiri ada yang disebut dengan lembaga kejaksaaan. Ya, itulah kejaksaan tinggi tempat di mana seseorang akan mencari sebuah keadilan yang seadil-adilnya. Sebuah lembaga Negara yang diciptakan untuk kemaslahatan rakyatnya agar terciptanya sebuah perkara yang seadil-adilnya, supaya lembaga itu berjalan dengan sebagaimana mestinya maka diciptakanlah sebuah undang-undang untuk dijadikan payung hukum, akan tetapi kalau lembaga keadilan itu dijadikan sebuah topeng kepalsuan untuk menjaring mangsanya maka lembaga keadilan itu tidak ubahnya seperti makhluk yang diciptakan tanpa nyawa.

Kalau melihat realita yang ada di negeri ini banyak sekali orang mencari yang namanya keadilan tetapi untuk menghadirkan keadilan itu sangat sulit. Contoh sebuah kejadian yang telah menimpa seorang bapak yang bernama Lajar wijayanto di jawa timur yang baru saja ditinggal oleh isterinya tercinta yang tertabrak oleh sebuah mobil pick-up, awalnya ia beserta isteri dan anaknya hendak pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari lebaran, ketika di tengah perjalanan motornya mendadak ngerem karena ada sebuah mobil yang melintas, atas kejadian itu maka isterinya meninggal dunia tapi anehnya ia dijadikan tersangka oleh polisi dengan tuduhan kelalaian dan orang yang pantas dijadikan tersangka itu hilang tanpa diketahui oleh pihak yang berwajib. Demi memperlancar kasusnya Lajar dibawa ke pengadilan, dan yang membuat geram lagi adalah polisi meminta kepada Lajar memberikan sejumlah uang agar kasusnya yang telah dilimpahkan ke pengadilan itu berjalan lancar, dan Lajar pun mengabulkan permintaan sang penegak hukum itu tapi apa yang terjadi tidaklah apa yang diharapkan, sang penegak hukum itu tetap memenjarakannya selidik demi selidik ternyata orang yang menabrak Lajar adalah anak buahnya seorang perwira polisi. Kalau kita amati yang pantas untuk dijadikan tersangka adalah anak buah seorang polisi itu tapi, apalah daya orang kecil yang tidak dianggap oleh monster-monster berkepala manusia itu.

Dalam undang-undang anak yang masih umur delapan tahun tidak bisa dibawa ke pengadilan orang dewasa mereka cukup diberikan nasihat-nasihat saja oleh lembaga sosial atau diserahkan kepada orang tuanya karena mereka masih perlu mendapatkan pengarahan-pengarahan tapi, realita berbicara lain, sejumlah anak di tangerang dibawa ke pengadilan untuk menjalani persidangan dengan kasus perjudian dengan taruhan sebesar seribu rupiah, jelas saja mereka kebingungan karena tidak tahu harus menjawab apa. Kalau kita pikir kejadian yang telah menimpa beberapa anak itu sungguh tidak adil mengapa, orang yang melakukan hal serupa yang lebih dari seribu rupiah tidak diberikan ketegasan oleh sang penegak hukum, ada apa dengan sang penegak hukum. Mungkin mereka takut miskin karena tidak mendapatkan jatah dari orang-orang yang berkantong tebal yang melanggar hukum atau mungkin juga mereka (para penegak hukum) masih merasa kurang gajinya dari pemerintah. Lantas, di mana keadilanmu wahai tuan sang penegak hukum. Masih terlalu banyak orang-orang yang merasa terdzolimi di negeri ini kasus mpok minah, kasus lumpur Lapindo, kasus David dan masih banyak lagi kasus-kasus penindasan yang belum terungkap ke pemukaan dan kita temukan. Semoga Negara ini masih diberikan kasih sayang oleh sang penegak hukum yang sebenar-benarnya.

Tidak ada komentar: